Tips Ampuh Saya Untuk Berhenti Merokok

Mungkin itu salah satu judul yang cocok untuk tulisan ini.  Kenapa? Karena tips ini memang ampuh untuk saya.  Terakhir kali, hampir satu tahun lebih yang lalu saya sudah mencoba cara ini.  Mungkin tidak cuma satu tahun yang lalu saja. Tapi sudah beberapa tahun yang lalu saya terus mencoba hingga saya bisa berhasil total berhenti merokok.  Saat sudah merasa kecanduan merokok sebenarnya saya sudah merasa bahwa saya harus menghentikan kebiasaan ini.  Saat itu saya sadar, ini bukan kebiasaan yang baik untuk saya.

Setelah sepuluh tahun lebih saya menjadi seorang perokok akhirnya saya mencoba mengumpulkan niat untuk berhenti.  Tidak hanya sekali dua kali saya gagal, tapi berulang kali kegagalan demi kegagalan saya alami.  Tidak hanya saya yang mengalami hal tersebut.  Akan tetapi mayoritas perokok yang saya tanya menjawab demikian.  Ingin berhenti akan tetapi tidak bisa.  Kami sadar, merokok memang tidak bagus buat kami.  Kami juga ingin sekali bisa sehat.  Bisa menghirup udara dengan bebas dan tidak mudah capek lagi.  Selain itu, saat itu kami juga ingin bisa menabung karena sudah tidak lagi merok. (Baca : Perlakukan Rokok Sebagaimana Mestinya)

Beragam cara sudah saya cari dan saya praktekkan. Mulai dari membeli buku hingga berguru kepada orang yang sudah terlepas dari kecanduan merokok. Hasilnya? Setelah beberapa tahun saya terus mencoba.  Kadang niat untuk berhenti sangat besar dan akhirnya saya mencoba untuk berhenti lagi.  Akan tetapi yang paling sering adalah saya lupa dengan visi besar saya tersebut.  Itu terjadi berulang-ulang selama bertahun-tahun.  Mulai saya sekolah, kuliah, bekerja hingga menikah dan punya anak.

Beberapa mentor saya mengatakan untuk berhenti merokok kuncinya adalah hanya satu. Ya, hanya satu. Yaitu harus Niat.  Tanpa niat, semuanya akan mudah sekali gagal.  Setelah merasakan keberhasilan di tahap awal berhenti merokok, niat untuk kambuh memang terus akan muncul lagi. Jika tidak ada niat yang besar, seorang mantan perokok akan kalah dan akhirnya merokok kembali.  Misalnya, setelah berhasil berhenti merokok dalam 3 atau 4 hari, jika tidak punya tekat yang kuat bisa saja akhirnya mencoba kembali merokok satu batang.  Setelah dirasakannya rasa rokok menjadi tidak enak, biasanya mantan perokok akan penasaran dan terus mencoba mencari rasa rokok yang telah hilang tersebut.  Setelah menemukan kembali nikmatnya rasa rokok, akhirnya kembali lah dia kecanduan rokok lagi.  (Baca: Pentingnya Niat Untuk Bisa Berhenti Merokok)

Dalam beberapa buku yang saya baca untuk bisa berhenti merokok juga menekankan pentingnya niat untuk bisa berhenti merokok.  Salah satu buku yang saya beli dan saya baca adalah tips berhenti merokok dari sudut pandang agama.  Di situ juga di sebutkan bahwa niat sangat penting untuk bisa keluar dari jerat nikotin ini.    Apalagi, niat memang tidak bisa stabil.  Kadang hari ini bisa naik, tapi besok bisa saja menjadi turun kembali. Pentingnya niat memang sangat besar dalam menyumbang keberhasilan kita untuk berhenti menghentikan kebiasaan yang menghabiskan uang kita tersebut.

Dari beberapa pengetahuan yang saya baca dan pengalaman yang saya alami, akhirnya saya terus belajar dan terus mencoba.  Saya melihat ada salah satu hal yang penting dalam  mempertahankan niat kita agar terus dalam keadaan yang kuat untuk berhenti merokok.  Salah satunya adalah dengan terus mencari tahu apa efek negatif merokok dari sudut pandang kesehatan.  Saat itu saya terus mencari artikel-artikel tentang bahaya merokok melalui internet.  Setelah membaca artikel-artikel tersebut biasanya saya akan menjadi sedikit takut untuk merokok. Setelah perasaan takut itu ada, otomatis niat untuk berhenti juga ada.  Paling tidak Anda harus tahu bagaimana efek merokok hingga bisa mempengaruhi Anda.  Menjadikan Anda sadar, bagaimana luar biasanya dan sulitnya menghentikan kebiasaan ini.

Pernah juga, agar saya terus ingat bahaya-bahaya merokok tersebut saya menggambar di dinding dengan pensil.  Apakah efektif? Walaupun tidak secara langsung, hal itu cukup efektif.  Paling tidak akhirnya bertambah kuat motivasi saya untuk mencari pengetahuan tentang bahayanya merokok bagi kita. Hal tersebut konsisten terus saya lakukan. Terus membaca dan mencari tahu juga lewat video di internet.

Selain cara tersebut, saya juga mengikuti cara di buku yaitu dengan cara menuliskan apa saja hal-hal yang membuat kita termotivasi untuk berhenti merokok.  Pada saat itu ada banyak hal yang menjadi motivasi saya.  Misalnya, dengan kita berhenti merokok selama beberapa waktu tertentu  kita bisa membeli barang kesukaan kita. Atau hal yang lain seperti, dengan merokok penyakit magg saya menjadi kambuh atau bisa saja kita jadi terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Atau juga seperti, dengan berhenti merokok berarti saya sayang kepada anak-anak saya. Dan masih banyak lagi hal-hal penting yang saya tulis yang hanya saya sendiri yang tahu.  Bila Anda ingin mencoba, Anda seharusnya bisa menuliskan hal-hal tersebut lebih banyak lagi.

Setelah pengetahuan tentang bahaya merokok kita sangat banyak, saat itu saya akhirnya mempunyai  motivasi yang sangat kuat untuk berhenti merokok.  Saya jadi berfikir memang tidak ada satupun alasan untuk terus merokok.  Akhirnya, dengan motifasi yang sangat kuat tersebut saya mencari moment yang tepat. Pada saat itu saya mulai konsisten berusaha berhenti merokok pada saat bulan puasa.  Pada bulan puasa saya melatih tubuh saya untuk terlepas dari jerat nikotin.  Tidak bisa langsung memang.  Setahap demi setahap.  Di hari berpuasa, saya mulai merokok saat berbuka puasa saat maghrib, setelah menahan tidak merokok seharian di siang harinya.  Di malam hari saya tetap merokok saat itu.  Setelah itu, dalam beberapa hari saya mencoba mengulur waktu merokok saya saat maghrib hingga akhirnya saya bisa tidak merokok dalam seharian penuh atau dalam 24 jam.  Bagi saya, itu prestasi yang luar biasa saat itu. (Baca: Mengurangi Rokok Sulit Untuk Berhasil)

Bisa berhenti dalam 24 jam  saya gunakan sebagai motivasi tambahan pada waktu itu.  Saya berfikir, jika saya sudah bisa melewati ini berarti sangat disayankan apabila saya kembali merokok.  Dengan motivasi tersebut akhirnya saya bisa tidak merokok dalam beberapa hari.  Mulai dari beberapa hari hingga bebeberapa minggu hingga saat ini. Mulai hari-hari itu, saya tidak merokok sama sekali.  Walapun godaan untuk merokok kembali sangat besar, saya berfikir kembali untuk mengingat motivasi saya.  Sangat sayang apabila saya kembali merokok setelah keberhasilan saya selama ini.

Dalam beberapa minggu setelah berhenti memang kondisi tubuh saya pada saat itu menjadi tidak normal.  Saya menyadari perubahan yang luar biasa ketika menghentikan kebiasaan merokok ini.  Saya menjadi mudah marah.  Sepertinya ini efek nikotin(yang memunculkan zat dopamin dalam otak yang membuat saya nyaman untuk sementara) yang terpaksa harus di hentikan secara mendadak.  Hal yang kecil pun akhirnya bisa menjadi penyulut kemarahan saya.

Hal tersebut saya siasati dengan memberi tahu istri dan anak saya terlebih dahulu agar mereka tidak kaget dengan keadaan saya.  Mereka pun jadi lebih paham dan mengerti kondisi saya saat itu.  Apabila saya marah, saya bisa saja akhirnya kembali merokok.  Salah satu bentuk pelarian saya adalah tidur.  Ya, dengan tidur saya mencoba meredam emosi dan keinginan untuk kembali merokok.  Setelah reda, saya baru bisa bangun.  Tidak jarang saya tidur terus seharian dalam kamar agar saya bisa tetap berhenti merokok.  Menghabiskan waktu-waktu saya seharian di dalam kamar untuk mereda keinginan merokok kembali.

Alhamdulillah, saya bekerja sebagai wiraswasta.  Saya mempunyai banyak waktu untuk fokus dalam usaha saya tersebut.  Dan yang paling penting, satu hal yang terus saya ingat saat itu adalah, “badai pasti berlalu”.  Perasaan ini tidak akan terus seperti ini.  Pasti akan hilang dengan sendirinya.  Saya terus meyakini itu yang akhirnya bisa membuat saya sabar.  Paling tidak hanya untuk beberapa hari saja.  Setelah itu saya yakin saya akan bisa bebas.  Bisa terlepas dari belenggu nikotin yang membuat saya tak bisa terlepas dari rokok selama ini.

Dan apabila Anda seorang karyawan, Anda pasti bisa meluangkan waktu bila Anda benar-benar ingin berhenti merokok. Merelakan waktu cuti juga bisa Anda gunakan sebagai waktu yang tepat untuk bisa segera menghentikan kebiasaan buruk ini.  Dan yang terakhir adalah doa.  Banyak yang meremehkan kekuatan doa dalam hal ini.  Kita harus meyakini kekuatan Allah sangat luar biasa dalam membantu kita.  Tidak ada sedikit kekuatan pun kecuali yang telah di berikannya kepada kita.  Kepada Allah lah kita hanya bisa bergantung. Dia lah yang bisa membolak-balikkan hati kita.

Tapi, tidak semua perokok mampu berdoa karena sebenarnya dia merasa kurang yakin akan permintaannya.  Kurang percaya diri akan kemampuannya berhenti merokok.  Jika seorang perokok mampu terus berdoa kepada Allah untuk bisa di berikan kekuatan untuk bisa terlepas dari kebiasaan merokoknya, berarti dia sudah mempunyai “Niat” yang besar untuk berhenti.

Dan sekarang, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda perokok yang sudah berani berdoa untuk bisa di berikan kekuatan untuk bisa terlepas dari kebiasaan merokok? Jika Anda berani, berarti Anda sudah separuh langkah dalam menggapai keberhasilan.    Bagi saya, jika perokok sudah mempunyai niat untuk berhenti berarti sebenarnya dia sudah mengantongi 50 persen keberhasilan dan tinggal menyelesaikan separuhnya lagi.

Demikin cara saya untuk bisa berhenti merokok yang bisa saya share.  Mungkin terlihat konyol bagi Anda, tapi begitulah cara saya hingga saya bisa berhenti. Dan ingatlah, setiap orang mungkin punya cara masing-masing.  Bila Anda memiliki cara yang berbeda silahkan di share di sini agar bisa menjadi pengetahuan yang baik bagi teman-teman yang ingin berhenti merokok.  Bila Anda merasa ini bisa bermanfaat bagi Anda atau teman Anda, silahkan share artikel ini ke teman-teman Anda.  Semoga bermanfaat. (sp)

 

 

Related Post

Author : Sasang P S

Hanya mencoba menuliskan kembali apa saja yang saya lihat, dengar, pikirkan dan rasakan. Beberapa harapan dan impian saya juga saya tulis untuk nantinya saya lihat kembali, untuk tahu bagaimana saya yang sebenarnya dulu dan sekarang.


Comments

comments