Tips Memulai Usaha Konfeksi

Hai, Refresholics.  Kali ini saya akan sharing bagaimana cara memulai usaha konfeksi.  Konfeksi di sini yang saya maksud adalah kegiatan yang memproduksi aneka sandang.  Seperti misalnya, pakaian seragam, celana dalam, kaos, dan lain sebagainya.  Saya mencoba sharing pengalaman di sini dengan harapan semoga tulisan ini bisa menginspirasi kamu-kamu semua yang ingin memulai usaha khususnya bidang ini.

Pertama-tama, saya ingatkan dulu, ya. Banyak orang yang salah kaprah tentang penyebutan kata konfeksi.  Kalau sesuai ejaan tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kata konveksi adalah kata yang benar-benar salah, ya Refresholics.  Jadi yang benar itu adalah Konfeksi. Dan bukan konveksi.  Karena konveksi dalam bahasa Indonesia di artikan,  yang dalam ilmu geografi di definisikan sebagi gerak udara, air, atau cairan lain dengan arah vertikal atau arti lainnya adalah peristiwa gerakan benda cair atau gas karena perbedaan suhu dan tekanan.  Secara umum, konveksi biasa di gunakan dalam ilmu fisika dan ilmu alam.

Karena banyaknya orang yang salah paham tersebut, akhirnya jika kita mencari di Google dengan kata kunci “konfeksi baju” maka hasil yang di tampilkan adalah hasil pencarian “konveksi baju” karena hasil tulisan dengan keyword konveksi baju lebih banyak daripada konfeksi baju.  Itu adalah salah satu hal yang perlu kita luruskan di sini agar kita tidak keterusan salah kaprah ya, Refresholics.

Kembali ke tips bagaimana membuat usaha konfeksi yang ingin saya share, maka modal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari pasar terlebih dahulu.  Yups, benar. Ada beberapa hal kenapa Pasar lah yang harus kita cari dahulu sebelum bisa memproduksi.  Pertama, di sini saya asumsikan kamu belajar dari Nol, ya.  Modal yang kamu miliki ada namun terbatas.  Jadi dengan menguasai marketing di awal usaha, kamu tidak perlu mengeluarkan modal yang besar terlebih dahulu.

Yang kedua, dengan jalan tersebut kita bisa memimalisir resiko kerugian yang bisa kita alami kelak jika kita mengalami kegagalan.  Bukan pesimistis, ya. Tapi kita juga harus pinter-pinter mempertimbangkan bagaimana resiko-resiko yang bisa kita hadapi kelak.  Jadi, kita tidak kaget apabila suatu saat kamu mengalami kegagalan.

Cara yuang bisa di lakukan pertama kali adalah menjual produk-produk hasil konfeksi yang kita sudah pilih, contohnya ini: konfeksi seragam misalnya.  Selain offline, kita juga bisa menjual secara online.  Semua itu sama saja.  Yang perlu di persiapkan pertama kali di sini adalah mencari rekanan.  Yups, mencari rekanan konfeksi yang mau memproduksi barang-barang yang kita jual.  Jika sudah dapat, kita bisa negosiasi dengan pemilik konfeksi tersebut dengan maksud untuk menjualkan produk-produk yang mereka hasilkan.

Jika kita sudah berhasil memasarkan produk, maka kita juga harus mau belajar bagaimana teknis dan cara memproduksi baju yang ada dalam konfeksi tersebut ya, Refresholics.  Ini sangat penting agar kita mengerti bagaimana caranya membuat produk yang berkualitas bagus.  Sembari memasarkan, hasil keuntungan sedikit demi sedikit bisa kita tabung untuk membeli mesin-mesin konfeksi untuk kita sendiri nantinya.

Langkah selanjutnya setelah membeli mesin yang di perlukan sedikit demi sedikit yaitu mencari sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi bagian dari produksi kita.  Biasanya, ada banyak penjahit di sekitar rumah kamu yang mempunyai ketrampilan menjahit.  Kalau menurut pengalaman saya, biasanya ibu-ibu yang bisa menjahit lebih banyak dari pada bapak-bapak.  Nah, tidak semua penjahit memiliki ketrampilan menjahit secara keseluruhan.  Ada sebagian penjahit yang bisa menjahit baju atasan saja, tapi ada juga penjahit yang hanya bisa menjahit bawahan saja.

Permasalahan-permasalahan tersebut bisa kita atasi dengan melatih merek terlebih dahulu. Setelah mereka bisa, barulah kita bisa mengajak mereka ke dalam tim produksi kita.

Begitulah beberapa langkah untuk membuat konfeksi berdasarkan pengalaman yang saya alami.  Silahkan share dan semoga bermanfaat.

 

Sumber: http://refreshop.net/pages/articles-17/konfeksi-83.html

Related Post

Author : Sasang P S

Hanya mencoba menuliskan kembali apa saja yang saya lihat, dengar, pikirkan dan rasakan. Beberapa harapan dan impian saya juga saya tulis untuk nantinya saya lihat kembali, untuk tahu bagaimana saya yang sebenarnya dulu dan sekarang.


Comments

comments