Cara melatih konsistensi dalam ketrampilan menulis

Katanya, untuk menjadi seorang pemenang itu di butuhkan perjuangan.  Sekali dua kali gagal, itu adalah hal yang biasa. Banyak penulis buku yang baru berhasil setelah naskahnya di tolak beberapa kali oleh penerbit. Banyak juga penulis artikel media masa yang berhasil terkenal namanya setelah mengalami penolakan beberapa kali.

Konsistensi Menulis By SasangPS

Konsistensi Menulis By SasangPS

Intinya, semua membutuhkan perjuangan. Begitu juga dengan saya saat ingin belajar menulis.  Semua saya tulis. Mulai dari hal yang menurut saya kurang penting hingga hal yang penting.  Beberapa lomba juga pernah saya ikuti. Salah satunya adalah ini: Begini Belanja Aman dan Gampang Cuma Modal Jari di Bukalapak.Com .  Atau bisa saja Anda menulis apa saja di sekitar Anda. Misalnya, ketika Anda melihat mouse komputer maka Anda bisa menulis tentang mouse komputer tersebut. Bagaimana sejarah dari mouse tersebut, berapa harganya, dimana Anda mendapatkannya, bagaimana Anda menggunakan mouse tersebut dan masih banyak lagi yang lainnya.

Walaupun kelihatannya sesederhan itu, namun itu bisa kita jadikan ajang untuk melatih kemampuan kita menulis.  Untuk bisa menulis tidak bisa langsung sehari jadi. Tidak ada orang yang dalam sehari tiba-tiba mahir menulis bak seorang yang tiba-tiba turun dari langit. Semuanya butuh proses. Satu lagi, selain latihan hal yang tak kalah penting lainnya yaitu membaca. Tidak mungkin orang bisa menulis dengan mahir tanpa dia banyak baca sebelumnya. Ide-ide dari tulisan kita itu, biasanya dari apa saja yang sudah kita baca sebelumnya. Latih diri untuk konsisten membaca. Apa saja. Bisa Koran, majalah, buku atau yang lainnya. Yang penting bisa di baca. Kalau kita banyak baca, akan lebih mudah pula kita untuk menulis. Ringkasnya, lebih banyak baca, lebih mudah nulis. Itu.

Media untuk menulis ini juga bisa di lakukan di mana saja. Tidak harus Anda memiliki laptop atau pc dengan spek yang tinggi nan mahal. Kita bisa saja menggunakan media kertas dan pulpen biasa untuk menuliskan ide-ide kita. Yang penting adalah skill kita dalam menulis, dan bukan alat untuk menulist itu sendiri.  Malahan, saya merasa akhir-akhir ini menulis dengan laptop ini juga kurang begitu efektif. Apalagi kalau kita sambil membuka media sosial seperti Facebook, Twitter atau yang lainnya. Bisa-bisa, tulisan kita tidak kelar-kelar. Yang ada malahan kita sibuk membuka-buka media sosial kita itu.

Adanya smartphone sekarang ini juga bisa mempermudah kita untuk menulis. Bukan berarti kita menulis di smartphone tersebut saja. Akan tetapi kita juga bisa menggunakan smartphone kita itu untuk mengambil gambar-gambar pendukung tulisan kita. Bukankah tulisan akan kelihatan lebih hidup bila ada keterangan gambarnya? Tidak penting berapa resolusi dari foto tersebut. Yang penting foto tersebut sesuai dengan tulisan kita. Foto tersebut juga mengandung informasi yang penting yang mendukung info dari tulisan kita tersebut. Kegiatan foto ini juga membutuhkan konsistensi. Latih diri Anda untuk mengambil gambar sesering mungkin.

Yang terakhir, selamat mencoba. Tanpa praktik, rasanya mustahil kita bisa mahir menulis. Bila hanya teori saja, sampai kapan pun kita akan kesulitan untuk meningkatkan ketrampilan menulis kita. Latih juga diri kita untuk konsisten dalam mempraktekkan ini semua. (sp)

 

 

Related Post

Author : Sasang P S

Hanya mencoba menuliskan kembali apa saja yang saya lihat, dengar, pikirkan dan rasakan. Beberapa harapan dan impian saya juga saya tulis untuk nantinya saya lihat kembali, untuk tahu bagaimana saya yang sebenarnya dulu dan sekarang.


Comments

comments