Ketika Saya Memulai Usaha Emping Mlinjo

Tahun 2006, setelah saya lulus kuliah saya memutuskan untuk berwirausaha.  Keinginan yang sudah ada sejak kuliah membuat saya memberanikan diri untuk memulai usaha sendiri.  Dengan modal dari kakak dan calon istri saya (dulu sebelum menikah), saya memulainya dengan otodidak.  Belajar mencari cara yang sempurna untuk menghasilkan emping mlinjo yang baik. Ya. Usaha emping mlinjo.

Pohon mlinjo buat sayur dan kenangan dulu pernah usaha membuat emping blinjo

Pohon mlinjo buat sayur dan kenangan dulu pernah usaha membuat emping blinjo

Setelah mencari informasi kesana kemari, akhirnya saya mengerti bahwa cara membuat emping mlinjo itu harus di tumbuk dengan palu.  Parahnya, karena ketidaktahuan saya pada saat itu saya menggunakan palu berbahan kayu.  Palunya sangat besar dan bagus karena di buat dengan cara di bubut kayu.  Saya memesan di bapaknya teman saya yang kebetulan mempunyai usaha mebel.  Lalu, setelah jadi apakah bisa di gunakan? Ternyata tidak.  Masalah tidak lantas selesai sampai disitu.

Mlinjo yang saya palu ternyata masih menempel di palu.  Agar tidak lengket, saya melapisinya dengan plastik dan akhrinya tetap gagal.  Karena terlalu besarnya palu tersebut, saya pun agak kesusahan dalam mempergunakannya.  Berdasarkan Setelah mengalami kebuntuan di sana-sini, akhirnya saya memanggil saudara saya yang ada di desa serut. Desa itu berjarak sekitar 3 km dari desa saya, Boyolangu.  Namanya, saya lupa.  Dia pernah bekerja sebagai pemalu di pengrajin emping mlinjo.

PROMO 90 PERSEN

Dia menjelaskan bahwa palu yang di gunakan untuk membuat emping sama sekali berbeda dengan palu yang lazim kita jumpai di rumah kita.  Palunya mempunyai pegangan yang agak menurun ke bawah sebagai pegangan.  Palunya dari besi, dan gagangnya terbuat dari kayu.  Gagal membuat palu dari kayu, akhirnya saya membuat palu mlinjo dari besi sesuai saran teman saya tadi.  Selain itu memang saya sudah mentok mencari kesana kemari untuk membeli palu khusus tersebut.

Akhirnya, palu yang paling besar saya beli lalu saya las di tempat las untuk di beri pegangan tambahan dari besi.  Satu palu besar bisa menjadi dua.  Di belah dulu, baru di beri tambahan pegangan di masing-masing palu tersebut. Tidak boleh terlalu berat atau terlalu ringan.  Paling tidak satu palu mempunyai berat sekitar 2,5 kg an.  Meski tidak sama persis dengan yang ada benak teman saya, tapi palu tersebut bisa di gunakan untuk produksi.

Dengan tetangga saya yang bernama Yogi, kami belajar langsung dari Omen.  Bahan-bahan apa saja yang di butuhkan di jelaskan secara terperinci oleh dia.  Mulai dari batu sebagai alas buat tempat di pipihkannya emping mlinjo hingga idek (pengering) yang terbuat dari bambu yang biasanya untuk mengeringkan tembakau, dan lain sebagainya.  Dia pun juga memanggil temannya yang dari desanya untuk membantu kami.  Step by step di jelaskan secara runtut lalu dia mempraktekannya.  Setelah mencoba, ternyata untuk membuat emping blinjo tidak lah semudah yang saya bayangkan sebelumnya.  Ada banyak hal-hal yang harus di perhatikan agar keselamatan dalam bekerja tetap aman dan terjaga. Misalnya, posisi duduk saat memukul mlinjo harus tegak dan satu kaki di selonjorkan kedepan agar kita tidak jadi bungkuk.  Bahaya bila salah posisi duduk. Kita bisa bungkung selamanya.

Begitupun juga saat memukul mlinjo harus di lakukan dengan hati-hati kalau tidak mau tangan kita terpukul oleh palu kita sendiri.  Bukan mustahil memang.  Kita harus memukul mlinjo yang masih harus dalam kondisi panas.  Jadi harus cepat.  Tangan kiri menggenggam mlinjo yang masih panas dan meletakan satu persatu mlinjo tersebut, dan tangan kanan harus cepat memukulnya selagi panas.  Begitu seterusnya. Konsentrasi sangat di butuhkan di sini.  Tangan kiri harus terus menerus bergerak agar mlinjo yang di genggaman tidak terasa panas, tangan kanan harus sigap memukul setelah mlinjo di letakan.  Hilang konsentrasi sedikit, bisa tangan yang menjadi korban. Tidak banyak terjadi hal seperti ini. Tapi paling tidak pernah ada yang mengalami. Dulu, teman omen bisa langsung pingsan ketika tangannya terpukul palu. (sp)

 

Related Post

Author : Sasang P S

Hanya mencoba menuliskan kembali apa saja yang saya lihat, dengar, pikirkan dan rasakan. Beberapa harapan dan impian saya juga saya tulis untuk nantinya saya lihat kembali, untuk tahu bagaimana saya yang sebenarnya dulu dan sekarang.


Comments

comments