Global Warming dan Pohon Pinggir Jalan

Waktu menunjukkan jam satu siang.  Setelah tiduran sebentar karena badan yang agak meriang ini, saya kembali duduk di meja dimana laptop saya berada.  Menunggu barang yang tidak kunjung datang karena telat liburan natal lama kelamaan membuat saya bosan menunggunya. Biarlah saja, lah. Biarkan datang dengan sendirinya saja.  Sambil membaca-baca postingan beberapa artikel di website, badan ini terasa gerah.  Cukup lama saya menahan kondisi ini. Beberapa bulan yang lalu sudah seperti ini.  Apalagi di saat musim kemarau.  Begitupun juga pada saat di bulan-bulan penghujan seperti ini juga.  Cuaca menjadi sangat panas.

Dulu waktu saya masih kecil, desa kelahiran saya ini tidak sepanas ini.  Diatas 700 meter di atas permukaan air laut membuat kota ini sebenarnya masih bisa dingin.  Tapi, mungkin seperti juga di daerah lain yang mengalami peningkatan cuaca.  Tidak hanya di sini saja.  Tapi di kota yang terkenal dingin seperti malang saja, sekarang pun juga tidak sedingin dulu waktu 10 tahun yang lalu saat saya masih kuliah di sana.

go green painted by sasangps

go green painted by sasangps

Ada yang bilang, bertambah panasnya cuaca seperti ini di karenakan global warming.  Itu istilah pemanasan global yang juga terjadi di belahan negara lain d luar sana.  Katanya, ada banyak hal yang menjadi penyebab pemanasan global seperti ini. Mulai dari banyaknya penggunaan kendaraan bermotor yang menyebabkan polusi udara, atau bahkan penggundulan hutan yang terjadi dimana-mana.  Apalagi,penggunaa seperti AC juga sekarang ini di rasa sudah seperti kebutuhan.  Mereka yang menggunakannya mungkin juga tahu efek dari pemasangan ac seperti ini.

Yang paling bisa saya kenali antara dulu dan sekarang ini adalah banyaknya penebangan pohon-pohon yang ada di sekitar kita.  Pembangunana perumahan-perumahan baru bermunculan.  Tidak hanya di kawasan di dekat perkotaan.  Di pedesaan juga banyak lahan-lahan yang sekarang sudah berganti menjadi rumah-rumah. Saya memaklumi, kebutuhkan akan rumah memang harus ada. Tapi seharusnya kita juga sadar. Kita harus banyak-banyak menanam pohon di lingkungan sekitar kita. Paling tidak, buat pengganti lahan pekarangan yang sekarang berganti menjadi rumah kita.  Bukankah akan terasa dingin dan sejuk bila di sekitar rumah kita terdapat banyak tanaman dan pepohonan, bukan?

Penamanan pohon di pinggir jalan juga saya rasa sangat bagus sekali.  Tentu saja, dengan syarat mereka terus di rawat.  Bagian-bagian yang menjulang mendekati kabel tiang listrik bisa dikurangi atau di hilangkan.  Tapi juga jangan di potong semua seperti yang saya barusan lihat di kota Tulungagung ini. Karena hujan dan alasan keamanan, pohon di pinggir jalan di tebang semuanya. Tanpa sisa sedikit pun. Yang tersisa hanya batang pohon yang sekarang menjadi terlihat sepi dan tentu saja jalanan menjadi panas.

Mbok yao, di sisain beberapa dahan agar tetap sejuk. Jadi tidak di potong semuanya seperti itu. Jadi gundul gitu. Apakah petugas yang bertugas memotong pohon-pohon tersebut tidak mengerti batas mana pohon yang sekiranya saat hujan nanti berbahaya atau tidak? Saya tentu saja tidak tahu.  Melihat jalan yang sekarang menjadi gersang dan panas seperti ini menjadikan hati saya miris.  Tulungagung yang rindang dan hijau seperti sekarang memang membuat saya bangga. Ini baru kota yang sejuk dan dingin.  Tidak seperti saat saya masih SMP beberapa tahun yang lalu. Bersepeda ke sekolah dengan cuaca jalanan yang cukup panas karena pohon jalan yang ada dulu tidak selebat sekarang ini.

Kalau bisa, malahan pohon-pohon tersebut juga di tambah agar sepuluh tahun kedepan jalanan ini bisa terlihat hijau dan rindang. Bukankah masih banyak jalan yang sama sekali tidak ada pohon jalan di pinggirnya? Di depan rumah saya juga ada tiga pohon yang selalu saya rawat.  Mereka berarti sekali untuk mengurangi panasnya hawa di rumah ini. Buat Anda pembaca blog ini, silahkan Anda menanam pohon di mana saja. Usahakan untuk menanam pohon yang berbuah agar daunnya juga tidak mudah berjatuhan ke tanah.  Selain itu, tentu saja pohon buah akan lebih bermanfaat. Tidak ada waktu yang tepat untuk menanam pohon selain sepuluh tahun yang lalu.  Bila terlambat, tak apalah kita menanam mulai hari ini.

Paling tidak, agar kita bisa mengurangi sedikit dari pemanasan global yang sedang terjadi saat ini.  Kita semua hanya berharap, pemerintah bisa membantu memberikan perhatiannya.  Sudah cukup bagus prestasi pemerintahan saat ini. Tinggal tambah sedikit akan hal ini. Tulungagung yang hijau, selalu saya dambakan sejak dulu. Semoga kota ini akan menjadi lebih baik lagi. (sp)

Related Post

Author : Sasang P S

Hanya mencoba menuliskan kembali apa saja yang saya lihat, dengar, pikirkan dan rasakan. Beberapa harapan dan impian saya juga saya tulis untuk nantinya saya lihat kembali, untuk tahu bagaimana saya yang sebenarnya dulu dan sekarang.


Comments

comments